"Allah tidak akan membebankan seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
“Dan sungguh akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun (Kita milik Allah dan kepada-Nya kita dikembalikan)”” (surah al-baqarah 2:154-156)
Ujian yang diberikan adakalanya untuk menguji sejauh manakah iman kita kepada Allah, sejauh mana kita meletakkan pergantungan kepada Allah. Mungkin ketika itu kita alpa dan lalai dalam mengingati Allah. Kita terleka dengan kehidupan duniawi. Dengan adanya ujian itu sekurang-kurangnya mampu menyedarkan kita yang telah terleka.
"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Surah Al-Ankabut ayat 2-3)
Janganlah dianggap ujian yang diterima itu sebagai sesuatu yang tidak baik. Boleh jadi apa yang buruk itulah baik buat kamu. Ujian juga menyedarkan kita pada hakikatnya kita hanyalah manusia yang lemah, yang tidak berdaya melakukan apa-apa walaupun sebelumnya kita seorang yang kuat dan hebat. Pandanglah musibah yang berlaku itu sebagai sesuatu yang positif, nescaya kita tidak akan terlalu tertekan dan kecewa dengan setiap apa yang terjadi pada diri.
No comments:
Post a Comment